BAB 30

Tetap Memohon


"Doa ini tidak pernah selesai—karena perjalanan ini tidak pernah selesai sampai napas terakhir."


Abdul Wira sudah tua.


Rambutnya memutih, punggungnya mulai bungkuk, langkahnya tidak selincah dulu. Tapi setiap subuh, ia tetap bangun—berwudu di sumur yang sama, berdiri di sajadah yang sama, membaca doa yang sama.

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.

Tunjukilah kami jalan yang lurus.

🔒 Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter novel judul ini (sebanyak 30 Bab). Untuk mendapatkan token tersebut cukup traktir kopi (Rp. 35.000) dan menuliskan judul novelnya!klik ke WhatsApp ini (082320905530)

📚 Daftar Chapter