DI JALAN YANG DIMOHONKAN

Sebuah Riwayat tentang Al-Fatihah, Doa, dan Jalan Hidup


Kita membaca Al-Fatihah setiap hari—tetapi apakah kita benar-benar memahaminya?

Cover Novel

Abdul Wira Pranata tumbuh di persimpangan dua dunia: pendidikan Belanda yang mengajarkannya bahwa akal adalah segalanya, dan kampung pesisir yang mengajarkannya bahwa iman adalah segalanya.

Saat ia memilih ilmu, ia kehilangan doa. Saat ia mengejar kesuksesan, ia kehilangan jalan pulang.

Di tengah penjajahan yang kejam dan kehidupan yang terus menguji, Abdul Wira menemukan sesuatu yang selama ini ia baca tanpa makna: Al-Fatihah.

Tujuh ayat yang sederhana, yang ternyata menyimpan seluruh peta kehidupan— tentang kasih yang tidak bersyarat, tentang bergantung pada Yang Maha Kuasa, tentang jalan lurus yang harus terus dimohonkan sampai napas terakhir.

Tapi jalan lurus itu tidak pernah mudah. Dan Abdul Wira harus memilih: tetap di jalan yang aman tapi menyesatkan, atau memilih jalan yang benar meski penuh luka?

Apakah kita benar-benar hidup—atau hanya mengulang hari tanpa makna?

***

Novel sejarah-religius yang menyentuh hati tentang pencarian jalan, doa yang tidak pernah selesai, dan makna hidup yang tersembunyi dalam bacaan yang paling sering kita ulang.

šŸ“š Daftar Chapter