BAB 28

Yang Diberi Nikmat


"Jalan lurus bukan yang kita temukan sendiri—tetapi yang kita pelajari dari mereka yang sudah melewatinya sebelum kita."


Abdul Wira tidak pernah menganggap ibunya sebagai teladan.


Bukan karena tidak sayang—tetapi karena ia pikir, teladan itu harus orang besar. Teladan itu harus ulama terkenal, pejuang kemerdekaan, orang yang namanya dicatat sejarah.

Ibunya? Hanya perempuan kampung yang tidak bisa baca tulis, yang hidupnya habis di dapur dan sawah, yang tidak pernah ke luar kampung lebih dari sepuluh kilometer.

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter novel judul ini (sebanyak 30 Bab). Untuk mendapatkan token tersebut cukup traktir kopi (Rp. 35.000) dan menuliskan judul novelnya!klik ke WhatsApp ini (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter