BAB 24

Pertolongan yang Ditunggu


"Sabar bukan diam menunggu—tetapi bergerak sambil mempercayai bahwa pertolongan akan datang pada waktu-Nya."


Kekeringan sudah berlangsung tiga bulan.


Sawah-sawah mengering, tanah retak seperti luka yang tidak sembuh, sungai menyusut menjadi selokan kecil. Petani-petani kampung duduk di pematang dengan wajah lesu—bukan karena malas, tetapi karena tidak tahu harus berbuat apa lagi.

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter novel judul ini (sebanyak 30 Bab). Untuk mendapatkan token tersebut cukup traktir kopi (Rp. 35.000) dan menuliskan judul novelnya!klik ke WhatsApp ini (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter