BAB 22

Ketergantungan


"Kekuatan sejati bukan pada kemampuan berdiri sendiri—tetapi pada keberanian mengaku: aku lemah, aku butuh-Mu."


Abdul Wira jatuh sakit lagi—kali ini lebih parah dari sebelumnya.


Demam tinggi yang tidak turun selama empat hari, batuk yang merobek dada, tubuh yang tidak bisa bangun dari tikar. Ia terbaring sendirian di rumah panggung yang bocor, mendengar hujan deras mengguyur atap, merasakan dingin yang menusuk tulang.

Tidak ada yang merawat. Ibunya sudah tiada. Kyai Hasan sudah pergi. Ia sendirian—benar-benar sendirian.

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter novel judul ini (sebanyak 30 Bab). Untuk mendapatkan token tersebut cukup traktir kopi (Rp. 35.000) dan menuliskan judul novelnya!klik ke WhatsApp ini (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter