BAB 14

Pulang


"Pulang bukan hanya soal tempat—tetapi soal kembali kepada Kasih yang selalu menunggu, meski kita pergi tanpa pamit."


Abdul Wira tidak tahu kapan tepatnya ia mulai menjauh.


Mungkin saat ia diterima bekerja sebagai juru tulis di kantor residen Belanda—pekerjaan yang memberinya gaji tetap, rumah yang lebih layak, dan kehidupan yang jauh dari kampung. Atau mungkin saat ia mulai merasa malu dengan asal-usulnya—kampung pesisir yang miskin, rumah panggung yang bocor, tetangga-tetangga yang tidak bisa baca tulis.

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter novel judul ini (sebanyak 30 Bab). Untuk mendapatkan token tersebut cukup traktir kopi (Rp. 35.000) dan menuliskan judul novelnya!klik ke WhatsApp ini (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter