BAB 9

Belajar Berserah


"Saat rencana runtuh, kita belajar bahwa ada Tangan lain yang mengatur—dan Tangan itu lebih tahu."



Abdul Wira tidak pernah menyangka bahwa mimpinya akan hancur dalam satu surat.

Surat itu datang pada pagi yang cerah—terlalu cerah untuk berita buruk. Amplop cokelat dengan cap resmi sekolah gubernemen, dibawa oleh tukang pos yang mengendarai sepeda tua. Ibunya menerima surat itu dengan tangan gemetar, lalu menyerahkannya kepada Abdul Wira.

"Buka, Nak. Ini pasti tentang beasiswamu."

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter novel judul ini (sebanyak 30 Bab). Untuk mendapatkan token tersebut cukup traktir kopi (Rp. 35.000) dan menuliskan judul novelnya! klik ke WhatsApp ini (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter