š» Allah selalu berpihak pada yang dizalimi.
An-Nisa' dibuka dengan pengingat yang sangat kuat.
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak."
(QS. An-Nisa': 1)
Ini adalah ayat tentang asal-usul.
Bahwa laki-laki dan perempuan berasal dari satu jiwa.
Tidak ada yang lebih tinggi.
Tidak ada yang lebih rendah.
Semua sama di hadapan Allah.
Lalu kenapa di dunia ini…
Masih banyak yang merasa lebih berkuasa?
Kenapa masih ada yang merasa berhak mengatur hidup orang lain semaunya?
Karena mereka lupa…
Bahwa semua manusia adalah ciptaan Allah yang setara.
Kamu mungkin berbeda peran.
Tapi kamu tidak berbeda nilai.
Jadi, jangan pernah biarkan siapa pun membuatmu merasa kecil.
Karena di mata Allah… kamu berharga.
Lalu Allah berbicara tentang anak yatim.
Tentang mereka yang tidak punya pelindung.
Tentang harta mereka yang sering diambil oleh orang-orang yang serakah.
"Dan berikanlah kepada anak yatim harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan itu adalah dosa besar."
(QS. An-Nisa': 2)
Kamu tahu kenapa Allah bicara tentang ini?
Karena anak yatim adalah simbol dari yang tidak berdaya.
Mereka tidak punya suara.
Mereka tidak bisa membela diri.
Dan justru orang-orang seperti inilah yang paling rentan dizalimi.
Tapi Allah tidak tinggal diam.
Allah turun langsung dalam Al-Qur'an…
Untuk melindungi hak mereka.
Dan ini adalah pelajaran untuk kita semua.
Bahwa saat kamu merasa tidak ada yang membela…
Allah membela.
Saat kamu merasa tidak ada yang peduli…
Allah peduli.
Saat kamu merasa tidak punya siapa-siapa…
Kamu punya Allah.
š» Kamu tidak sendirian… Allah adalah pelindungmu yang tidak pernah tidur.
An-Nisa' juga bicara tentang pernikahan.
Tentang bagaimana seharusnya suami memperlakukan istri.
Tentang bagaimana seharusnya istri diperlakukan dengan adil dan kasih sayang.
"Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang ma'ruf (baik)."
(QS. An-Nisa': 19)
Ma'ruf.
Bukan dengan kasar.
Bukan dengan merendahkan.
Bukan dengan kekerasan.
Tapi dengan cara yang baik.
Dan kalau kamu merasa… hubunganmu tidak seperti ini…
Kalau kamu merasa terus-menerus disakiti, diremehkan, diabaikan…
Maka kamu perlu tahu…
Bahwa ini bukan kehendak Allah.
Allah tidak pernah merestui kezaliman.
Bahkan dalam ikatan pernikahan.
Karena nikah itu untuk saling melengkapi…
Bukan untuk saling melukai.
Lalu Allah berbicara tentang warisan.
Tentang bagaimana harta harus dibagi dengan adil.
Tentang bagaimana perempuan juga punya hak atas warisan.
Di zaman jahiliyah…
Perempuan tidak diberi apa-apa.
Mereka dianggap tidak berhak.
Mereka dianggap lemah.
Tapi Allah turun… dan mengubah semua itu.
"Bagi laki-laki ada bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada bagian pula dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan."
(QS. An-Nisa': 7)
Ini adalah revolusi.
Bahwa perempuan juga punya hak.
Bahwa mereka juga berharga.
Bahwa mereka tidak boleh diabaikan.
Dan sampai hari ini…
Masih banyak yang melanggar ini.
Masih banyak yang merampas hak orang lain.
Masih banyak yang merasa berhak mengambil semuanya.
Padahal Allah sudah mengatur semuanya dengan adil.
Jadi, kalau kamu merasa hakmu diambil…
Jangan diam saja.
Karena Allah memberikanmu hak itu.
Dan tidak ada seorang pun yang berhak merebutnya.
š» Hakmu adalah amanah dari Allah… jangan biarkan siapa pun merebutnya.
Di tengah An-Nisa'…
Allah juga bicara tentang nifak.
Tentang orang-orang yang berpura-pura.
Yang di depanmu baik, tapi di belakangmu menusuk.
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di tingkat yang paling bawah dari neraka."
(QS. An-Nisa': 145)
Ini adalah pengingat.
Bahwa tidak semua orang yang tersenyum padamu…
Tulus menyayangimu.
Tidak semua orang yang dekat denganmu…
Benar-benar ingin kebaikanmu.
Ada yang hanya butuh sesuatu darimu.
Ada yang hanya ingin memanfaatkanmu.
Dan saat mereka sudah tidak butuh…
Mereka pergi begitu saja.
Tapi kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?
Jangan jadi seperti mereka.
Tetaplah tulus.
Tetaplah baik.
Meski dunia tidak selalu membalasnya.
Karena Allah melihat semua ketulusan yang kamu berikan.
Dan kemudian…
Allah berbicara tentang keadilan.
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu."
(QS. An-Nisa': 135)
Ini adalah ayat yang berat.
Bahwa keadilan itu tidak pandang bulu.
Meski itu keluargamu.
Meski itu orang yang kamu sayang.
Meski itu dirimu sendiri.
Keadilan tetap harus ditegakkan.
Karena keadilan adalah fondasi dari semua kebaikan.
Tanpa keadilan…
Tidak ada kedamaian.
Tanpa keadilan…
Tidak ada keberkahan.
Dan Allah mengingatkan kita…
Untuk tidak pernah berpihak pada kezaliman.
Bahkan jika itu menguntungkan kita.
š» Keadilan bukan tentang siapa yang kamu bela… tapi tentang apa yang benar.
Sahabat…
An-Nisa' mengajarkan kita tentang hak dan martabat.
Bahwa setiap manusia punya nilai.
Bahwa setiap manusia berhak diperlakukan dengan baik.
Bahwa tidak ada yang boleh dizalimi… meski dia lemah.
Dan kalau hari ini kamu merasa seperti tidak dihargai…
Kalau kamu merasa diabaikan…
Kalau kamu merasa hakmu diinjak-injak…
Ingatlah…
Bahwa Allah melihat semua itu.
Tidak ada satu pun air matamu yang sia-sia.
Tidak ada satu pun lukamu yang terlupakan.
Allah mencatat semuanya.
Dan suatu hari nanti…
Allah akan memberikan keadilan yang sesungguhnya.
Bukan keadilan dunia yang bisa dibeli dengan uang.
Bukan keadilan yang bisa dimanipulasi dengan kekuasaan.
Tapi keadilan Allah…
Yang pasti adil.
Jadi, jangan pernah menyerah.
Teruslah berjuang untuk hakmu.
Teruslah pertahankan martabatmu.
Teruslah jadi dirimu yang terbaik.
Meski dunia tidak selalu adil…
Allah pasti adil.
Meski orang-orang tidak selalu menghargaimu…
Allah menghargaimu.
Dan meski kamu merasa sendirian dalam perjuanganmu…
Allah selalu bersamamu.
Karena An-Nisa' mengajarkan…
Bahwa Allah adalah pelindung bagi mereka yang tidak punya pelindung.
Allah adalah pembela bagi mereka yang tidak ada yang membela.
Dan Allah adalah harapan… bagi mereka yang sudah hampir kehilangan harapan.
"Hakmu bukan pemberian manusia… tapi anugerah dari Allah. Jadi jangan pernah biarkan siapa pun membuatmu merasa tidak berharga."
Komentar
Posting Komentar