š» Tidak ada perjuangan yang sia-sia di mata Allah.
Ali 'Imran dibuka dengan pengingat yang kuat.
Tentang Al-Qur'an yang diturunkan sebagai petunjuk.
Tentang kebenaran yang tidak bisa digoyahkan.
Tentang Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Dan di awal-awal ayatnya…
Allah menceritakan kisah keluarga Imran.
Kisah seorang istri yang berdoa meminta anak.
Lalu Allah memberikan Maryam.
Bukan anak laki-laki yang dia minta.
Tapi seorang anak perempuan yang kelak akan jadi ibu dari Nabi Isa.
Kamu tahu apa artinya ini?
Bahwa kadang, Allah tidak memberi apa yang kamu minta…
Tapi Dia memberi apa yang terbaik untukmu.
Kadang kamu meminta A.
Allah kasih B.
Dan bertahun-tahun kemudian…
Kamu baru sadar, kenapa B itu lebih indah dari A.
Jadi, jangan kecewa saat doamu belum dikabulkan dengan caramu.
Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar.
Lalu Allah menceritakan kisah Maryam.
Seorang perempuan yang dijaga kesuciannya.
Yang dibesarkan dalam ibadah.
Yang dipilih Allah untuk mukjizat yang luar biasa.
Maryam melahirkan Isa tanpa ayah.
Dan kamu bisa bayangkan…
Betapa beratnya fitnah yang dia terima.
Orang-orang menuduhnya berbuat keji.
Orang-orang memandangnya dengan hina.
Tapi Maryam tidak membela diri dengan kata-kata.
Dia diam.
Dia serahkan semuanya pada Allah.
Dan Allah yang membela dia.
"Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, 'Bagaimana kami berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?' Berkata Isa, 'Sesungguhnya aku adalah hamba Allah…'"
(QS. Ali 'Imran: 46 & Maryam: 29-30)
Ini adalah pelajaran.
Bahwa kamu tidak perlu membuktikan dirimu pada semua orang.
Kamu tidak perlu menjelaskan segala sesuatu pada mereka yang sudah berprasangka buruk.
Cukup kamu jaga integritasmu.
Cukup kamu dekat dengan Allah.
Dan Allah akan angkat derajatmu.
Dengan cara yang tidak pernah kamu duga.
š» Diammu bukan kelemahan… itu adalah kekuatan orang yang percaya pada Allah.
Di tengah Ali 'Imran…
Allah menceritakan Perang Uhud.
Perang di mana kaum muslimin mengalami kekalahan.
Setelah menang di Badr…
Mereka kalah di Uhud.
Banyak yang terluka.
Banyak yang gugur.
Bahkan Rasulullah SAW sendiri terluka.
Dan para sahabat bertanya dalam hati…
"Kenapa kami kalah, padahal kami di jalan yang benar?"
Lalu Allah menjawab:
"Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum itu pun pernah mendapat luka yang serupa. Hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia, agar Allah mengetahui orang-orang yang beriman dan agar Dia menjadikan sebagian kamu sebagai syuhada."
(QS. Ali 'Imran: 140)
Ini adalah jawaban untuk semua pertanyaanmu.
Kenapa hidupmu terasa berat?
Kenapa kamu harus melewati ini semua?
Karena Allah sedang menguji siapa yang benar-benar beriman.
Iman itu bukan cuma saat kamu senang.
Iman itu teruji saat kamu sedih, kecewa, terluka.
Dan Allah tidak pernah membiarkan ujian melebihi kemampuanmu.
Dia tahu… sampai mana kamu bisa bertahan.
Jadi, jangan menyerah.
Lalu Allah menjelaskan kenapa mereka kalah di Uhud.
Bukan karena Allah tidak sayang.
Tapi karena sebagian dari mereka tidak taat perintah.
Para pemanah yang seharusnya menjaga bukit…
Turun untuk mengambil ghanimah.
Mereka lengah.
Mereka lupa instruksi.
Dan dari situ, kekalahan datang.
Ini adalah cerminan kita.
Kadang kita gagal bukan karena Allah tidak memberi jalan…
Tapi karena kita tidak konsisten di jalan itu.
Kadang kita sudah tahu yang benar…
Tapi kita tetap memilih jalan pintas.
Kadang kita sudah dijaga Allah dengan aturan-Nya…
Tapi kita merasa itu membatasi kebebasan kita.
Padahal aturan Allah itu pagar.
Supaya kita tidak jatuh ke jurang.
š» Ketaatan bukan pengekangan… tapi perlindungan.
Dan di ayat yang lain…
Allah mengajarkan tentang sabar dan istiqamah.
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."
(QS. Ali 'Imran: 200)
Ini adalah ayat terakhir Ali 'Imran.
Penutup yang sempurna.
Bahwa kunci dari semua ujian adalah sabar.
Bukan sabar yang pasrah tanpa usaha.
Tapi sabar yang tetap bergerak, tetap berjuang, tetap berharap pada Allah.
Karena hidup ini memang tidak akan mudah.
Ada kalanya kamu menang.
Ada kalanya kamu kalah.
Ada kalanya kamu bahagia.
Ada kalanya kamu hancur.
Tapi selama kamu tetap bersama Allah…
Kamu tidak akan pernah sendirian.
š» Allah tidak menjanjikan jalan yang mudah… tapi Dia menjanjikan Dia akan bersamamu.
Sahabat…
Ali 'Imran mengajarkan kita bahwa hidup adalah medan ujian.
Kamu akan diuji dengan berbagai cara.
Kadang melalui kehilangan.
Kadang melalui kesulitan.
Kadang melalui orang-orang yang menyakitimu.
Tapi semua itu bukan hukuman.
Semua itu adalah proses Allah membentukmu jadi lebih kuat.
Karena berlian tidak jadi berkilau tanpa digosok.
Emas tidak jadi murni tanpa dibakar.
Dan kamu…
Tidak akan jadi versi terbaikmu tanpa melewati semua ini.
Jadi, jangan menyerah.
Saat kamu merasa sendirian…
Ingatlah Maryam yang difitnah tapi dijaga Allah.
Saat kamu merasa gagal…
Ingatlah Uhud yang mengajarkan bahwa kekalahan adalah pelajaran, bukan akhir.
Saat kamu merasa lelah…
Ingatlah perintah Allah untuk bersabar dan tetap istiqamah.
Karena Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berusaha.
Tidak pernah.
Dan jika hari ini kamu masih berdiri…
Meski terluka, meski lelah, meski hampir menyerah…
Itu adalah bukti bahwa Allah masih percaya padamu.
Bahwa ujian ini belum selesai…
Karena kemenanganmu belum tiba.
Dan percayalah…
Allah tidak akan membiarkan air matamu sia-sia.
Setiap tetes air mata itu dicatat.
Setiap langkahmu dihitung.
Setiap doa malam yang kamu panjatkan… Allah dengar.
Jadi teruslah melangkah.
Karena Ali 'Imran mengajarkan…
Bahwa orang yang menang bukan yang tidak pernah jatuh.
Tapi orang yang tetap bangkit… meski sudah jatuh berkali-kali.
"Ujian terberat bukan saat Allah menjauhkanmu dari dunia… tapi saat Dia mendekatkanmu pada-Nya melalui luka yang kamu rasakan."
Komentar
Posting Komentar