"Tahukah kamu… surat terpanjang dalam Al-Qur'an justru berbicara tentang hidupmu yang penuh liku ini?"
BAB 2 - KETIKA AL-BAQARAH MENGAJARKAN KITA TENTANG KEHIDUPAN YANG SEBENARNYA
Kamu pernah merasa…
Hidup ini terlalu rumit?
Terlalu banyak pilihan.
Terlalu banyak ujian.
Terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab.
Kadang kamu bertanya dalam hati…
"Ya Allah, kenapa hidup harus sesulit ini?"
Dan mungkin kamu tidak pernah tahu…
Bahwa jawabannya ada di Al-Baqarah.
Surat terpanjang dalam Al-Qur'an.
286 ayat yang bukan sekadar bacaan.
Tapi panduan lengkap untuk menjalani kehidupan.
Ya.
Al-Baqarah itu seperti buku manual hidup yang Allah turunkan.
Tentang iman dan keraguan.
Tentang ujian dan ketabahan.
Tentang cinta dan kehilangan.
Tentang dosa dan ampunan.
Semua ada di sana.
š Konten Terkunci
Masukkan token untuk membaca semua BAB buku ini.
Untuk mendapatkan token, silakan traktir kopi (Rp 50.000) dan sebutkan judul bukunya.
Klik WhatsApp (082320905530)
Token salah. Silakan coba lagi.
š» Hidup ini adalah ujian bertingkat… dan kamu sedang dilatih.
Al-Baqarah dibuka dengan sesuatu yang kuat.
"Alif Laam Miim. Dzaalikal kitaabu laa raiba fiih…"
Ini adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya.
Dan Allah langsung membagi manusia menjadi tiga kelompok.
Orang-orang yang beriman.
Orang-orang yang kafir.
Dan orang-orang munafik.
Kamu tahu kenapa Allah membagi seperti ini?
Karena dalam hidup, kamu akan bertemu dengan semuanya.
Kamu akan bertemu orang yang tulus.
Kamu akan bertemu orang yang terang-terangan menolak kebaikan.
Dan kamu akan bertemu orang yang berwajah dua.
Dan ujian terberat adalah…
Saat kamu harus memilih, kamu mau jadi yang mana.
Karena kadang, tanpa sadar…
Kita sendiri pernah menjadi munafik.
Bilang sayang, tapi menyakiti.
Bilang ikhlas, tapi masih menuntut.
Bilang percaya pada Allah, tapi masih khawatir berlebihan.
Dan Al-Baqarah mengajarkan kita untuk jujur pada diri sendiri.
Lalu Allah menceritakan kisah Nabi Adam.
Kisah tentang kesalahan pertama manusia.
Tentang bagaimana Adam melanggar larangan Allah.
Tentang bagaimana dia dikeluarkan dari surga.
Tapi tahukah kamu apa yang terjadi setelah itu?
Adam bertaubat.
Dan Allah menerima taubatnya.
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah: 37)
Ini adalah pelajaran pertama.
Bahwa manusia itu tempatnya salah.
Tapi Allah itu tempatnya ampunan.
Jadi jangan pernah merasa…
Bahwa dosamu terlalu besar untuk diampuni.
Jangan pernah merasa…
Bahwa kamu sudah terlalu jauh untuk kembali.
Karena pintu taubat selalu terbuka.
Selama nyawa masih di badan, Allah masih menunggu.
š» Kamu bukan dosamu… kamu adalah hamba yang bisa kembali.
Di tengah-tengah Al-Baqarah…
Allah menceritakan kisah sapi yang disembelih.
Kisah yang jadi nama surat ini.
Pada zaman Bani Israil, ada pembunuhan yang tidak diketahui pelakunya.
Lalu Allah memerintahkan mereka untuk menyembelih seekor sapi.
Tapi bukannya langsung taat…
Mereka malah banyak bertanya.
"Sapi apa?"
"Warnanya apa?"
"Usianya berapa?"
Pertanyaan demi pertanyaan.
Sampai akhirnya, yang tadinya mudah jadi sulit.
Yang tadinya sederhana jadi berbelit-belit.
Dan ini adalah cerminan kita.
Kadang, kita terlalu banyak bertanya saat Allah sudah memberi perintah yang jelas.
Sholat lima waktu sudah jelas.
Tapi kita masih cari-cari alasan untuk menunda.
Jaga pandangan sudah jelas.
Tapi kita masih cari-cari pembenaran untuk melanggar.
Berbuat baik sudah jelas.
Tapi kita masih tanya-tanya, "Emang kenapa kalau aku begini?"
Dan semakin kita mempersulit perintah Allah…
Semakin berat hidup kita.
Padahal Allah berfirman:
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu."
(QS. Al-Baqarah: 185)
Jadi, sederhanakalah.
Saat Allah perintah, dengar dan taat.
Jangan dipersulit dengan overthinking.
š» Kemudahan datang dari ketaatan… bukan dari akal-akalan.
Dan kemudian…
Allah berbicara tentang qishas.
Tentang hukuman yang setimpal.
Tapi di ayat yang sama, Allah juga mengajarkan tentang maaf.
"Maka barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan cara yang baik."
(QS. Al-Baqarah: 178)
Ini bukan tentang hukum semata.
Ini tentang kemanusiaan.
Bahwa kamu boleh menuntut keadilan.
Tapi kamu juga boleh memilih untuk memaafkan.
Dan kadang…
Memaafkan itu lebih membebaskan daripada membalas.
Karena saat kamu memaafkan…
Kamu tidak lagi terikat dengan dendam.
Kamu tidak lagi membiarkan masa lalu menguasaimu.
Kamu melepaskan.
Dan dengan melepaskan…
Kamu sembuh.
Lalu Allah berbicara tentang puasa.
Tentang menahan diri.
Tentang melatih jiwa.
Dan di tengah ayat-ayat tentang puasa…
Allah tiba-tiba mengingatkan:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah: 186)
Kamu tahu kenapa ayat ini ada di tengah pembahasan puasa?
Karena saat kamu menahan lapar dan haus…
Saat kamu merasakan lemah…
Kamu jadi tahu betapa kamu butuh Allah.
Dan di situlah Allah bilang:
"Aku dekat."
Tidak pakai perantara.
Tidak pakai syarat yang ribet.
Cukup kamu angkat tangan… dan berdoa.
Maka jangan pernah merasa…
Bahwa kamu terlalu kecil untuk didengar Allah.
Jangan pernah merasa…
Bahwa doamu tidak penting.
Karena Allah mendengar bisikan hatimu.
Bahkan yang tidak sempat kamu ucapkan.
š» Allah tidak butuh doa panjangmu… Allah butuh ketulusan hatimu.
Dan di akhir Al-Baqarah…
Ada dua ayat yang begitu agung.
Ayat Kursi dan Amaanar-Rasul.
Dua ayat yang kalau kamu baca di malam hari…
Allah janjikan penjagaan sampai pagi.
Dua ayat yang mengingatkan kita:
Bahwa Allah itu Maha Hidup.
Tidak mengantuk, tidak tidur.
Dia Maha Menjaga.
Dan saat kamu sadar akan ini…
Kamu tidak perlu takut lagi.
Takut masa depan?
Allah yang pegang.
Takut tidak cukup?
Allah yang kasih.
Takut sendirian?
Allah tidak pernah meninggalkanmu.
Dan di ayat terakhir Al-Baqarah…
Ada doa yang paling jujur.
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat… Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami."
(QS. Al-Baqarah: 286)
Ini adalah doa orang yang sadar…
Bahwa dia lemah.
Bahwa dia butuh ampunan.
Bahwa dia butuh kekuatan dari Allah.
Dan tahukah kamu?
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah di malam hari, maka itu cukup baginya."
(HR. Bukhari & Muslim)
Cukup dari apa?
Cukup sebagai penjaga.
Cukup sebagai doa.
Cukup sebagai pengingat bahwa Allah selalu bersamamu.
š» Kamu tidak perlu sempurna… kamu hanya perlu terus berusaha.
Sahabat…
Al-Baqarah itu bukan sekadar surat panjang yang berat dihafal.
Dia adalah peta kehidupan.
Dia mengajarkanmu tentang iman saat kamu ragu.
Dia mengajarkanmu tentang taubat saat kamu jatuh.
Dia mengajarkanmu tentang kesabaran saat kamu diuji.
Dia mengajarkanmu tentang doa saat kamu merasa sendirian.
Dan yang paling penting…
Dia mengajarkanmu bahwa hidup ini tidak akan pernah mudah.
Tapi selama kamu punya Allah…
Kamu punya segalanya.
Jadi, jangan pernah merasa sendirian.
Jangan pernah merasa tidak cukup.
Karena Allah sudah menurunkan panduan lengkap untukmu.
Tinggal kamu mau baca… atau tidak.
Tinggal kamu mau renungkan… atau lewatkan begitu saja.
Dan kalau kamu merasa lelah…
Kalau kamu merasa dunia ini terlalu berat…
Bukalah Al-Baqarah.
Baca pelan-pelan.
Renungkan setiap ayatnya.
Dan kamu akan menemukan…
Bahwa Allah sudah bicara tentang semua yang kamu rasakan.
"Al-Baqarah bukan hanya surat terpanjang… tapi juga yang paling lengkap mengajarkan kita tentang arti hidup yang sebenarnya."

Komentar
Posting Komentar