BAB 27

Lurus yang Berliku


"Jalan lurus bukan garis lurus tanpa luka—tetapi jalan penuh belokan, penuh ujian, namun tetap menuju pada-Nya."


Tiga bulan setelah Abdul Wira menolak jabatan itu, konsekuensinya mulai terasa.


Sawahnya dikenai pajak ganda—tuduhan tidak jelas yang dibuat-buat oleh pejabat kolonial yang marah karena penolakannya. Beberapa tetangga mulai menjauhinya, takut kena getahnya. Bahkan ada yang berbisik: "Wira sombong. Dikasih kesempatan malah menolak."

Abdul Wira mencoba tidak peduli. Tapi di malam-malam sunyi, saat ia berbaring di tikar dengan perut setengah lapar karena harus menjual sebagian beras untuk bayar pajak, ia bertanya pada dirinya sendiri:

Apakah ini jalan yang lurus? Apakah ini jalan yang benar?

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter novel judul ini (sebanyak 30 Bab). Untuk mendapatkan token tersebut cukup traktir kopi (Rp. 35.000) dan menuliskan judul novelnya!klik ke WhatsApp ini (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter