BAB 23

Ibadah Sehari-hari


"Ibadah bukan hanya yang dilakukan di sajadah—tetapi yang dialami di jalan, di pasar, di sawah, di setiap detik kehidupan."


Abdul Wira terbangun sebelum subuh, seperti biasa.


Tapi pagi itu berbeda. Saat ia berwudu di sumur belakang rumah, air dingin yang menyentuh kulitnya terasa berbeda—bukan sekadar ritual, tetapi pembersihan. Saat ia berdiri di sajadah menghadap kiblat, ia tidak merasakan rutinitas—tetapi pertemuan. Saat ia sujud, ia tidak merasakan kewajiban—tetapi kerinduan.

Ada yang berubah. Bukan shalatnya, tetapi cara ia melihat shalat.

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter novel judul ini (sebanyak 30 Bab). Untuk mendapatkan token tersebut cukup traktir kopi (Rp. 35.000) dan menuliskan judul novelnya!klik ke WhatsApp ini (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter