š» Yang sudah mati di dalam dirimu… masih bisa Allah hidupkan kembali.
Ya Sin dibuka dengan sumpah.
"Yaasiin. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah."
(QS. Ya Sin: 1-2)
Allah bersumpah dengan Al-Qur'an.
Kenapa?
Karena Al-Qur'an adalah… penghidup hati.
Hati yang sudah mati karena dosa.
Hati yang sudah mati karena luka.
Hati yang sudah mati… karena terlalu lama jauh dari Allah.
Al-Qur'an bisa hidupkan semuanya.
Kalau kamu mau membukanya.
Kalau kamu mau membacanya.
Kalau kamu mau… merasakannya.
Lalu Ya Sin menceritakan kisah tentang sebuah kampung.
Kampung yang didatangi para utusan.
Mereka datang untuk menyampaikan kebenaran.
Tapi penduduk kampung itu menolak.
Mereka bilang para utusan itu pembohong.
Mereka bilang tidak butuh petunjuk.
Mereka sudah merasa… cukup dengan cara hidup mereka.
Lalu datanglah seorang laki-laki.
Dari ujung kota.
Berlari sekuat tenaga.
"Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas. Dia berkata, 'Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.'"
(QS. Ya Sin: 20)
Dia datang untuk mengingatkan.
Bukan untuk menghakimi.
Bukan untuk menggurui.
Tapi untuk mengingatkan… dengan penuh kepedulian.
š» Kadang Allah kirimkan seseorang yang berlari dari ujung kota… hanya untuk mengingatkanmu.
Tapi kaumnya tidak mendengarkan.
Mereka malah membunuhnya.
Dan saat dia mati…
Dia dimasukkan ke surga.
"Dikatakan (kepadanya), 'Masuklah ke surga.' Dia berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, betapa Tuhanku telah mengampuniku, dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.'"
(QS. Ya Sin: 26-27)
Dia tidak marah.
Dia tidak dendam.
Dia malah berharap… kaumnya bisa tahu betapa indahnya ampunan Allah.
Ini adalah hati yang hidup.
Hati yang masih bisa mengasihi… meski disakiti.
Hati yang masih bisa memaafkan… meski dibunuh.
Karena hati yang hidup… tidak dipenuhi kebencian.
Dan ini adalah pertanyaan untuk kita.
Apakah hatimu masih hidup?
Atau sudah mati… karena dipenuhi dendam?
Apakah hatimu masih bisa merasakan kasih sayang?
Atau sudah mati… karena terlalu sering disakiti?
š» Hati yang hidup bukan yang tidak pernah disakiti… tapi yang masih bisa memaafkan.
Lalu Ya Sin berbicara tentang tanda-tanda kekuasaan Allah.
"Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan."
(QS. Ya Sin: 33)
Bumi yang mati… dihidupkan.
Tanah yang kering dan gersang.
Tidak ada kehidupan.
Tidak ada harapan.
Tapi Allah turunkan hujan.
Dan tiba-tiba… tanah itu hidup kembali.
Tumbuh tanaman.
Berbunga.
Berbuah.
Dari yang tadinya mati… jadi penuh kehidupan.
Ini adalah perumpamaan untuk hatimu.
Hatimu yang sudah kering.
Hatimu yang sudah gersang.
Hatimu yang… sudah lama tidak merasakan kebahagiaan.
Allah bisa hidupkan kembali.
Dengan "hujan" rahmat-Nya.
Dengan "hujan" hidayah-Nya.
Dengan "hujan" kasih sayang-Nya.
Asalkan… kamu mau membuka hatimu.
š» Hatimu yang sudah kering… bisa Allah hidupkan dengan setetes rahmat-Nya.
Kemudian Ya Sin berbicara tentang kematian dan kehidupan setelahnya.
"Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka."
(QS. Ya Sin: 51)
Keluar dari kubur.
Ini tentang kebangkitan.
Kebangkitan setelah kematian.
Kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan hidup.
Tapi ini juga tentang kebangkitan di dunia.
Kebangkitan dari "kubur" keputusasaan.
Kebangkitan dari "kubur" kesedihan.
Kebangkitan dari "kubur" kehampaan.
Karena selama kamu masih hidup…
Kamu masih bisa bangkit.
Dan tahukah kamu apa yang membuat seseorang bisa bangkit?
Harapan.
Harapan bahwa Allah masih memberimu kesempatan.
Harapan bahwa esok akan lebih baik.
Harapan bahwa… kamu masih layak untuk bahagia.
Dan harapan itu… datang dari Allah.
š» Selama Allah masih memberimu napas… kamu masih punya harapan untuk bangkit.
Sahabat…
Ya Sin mengajarkan kita tentang menghidupkan yang sudah mati.
Tentang tanah yang kering… dihidupkan dengan hujan.
Tentang hati yang mati… dihidupkan dengan Al-Qur'an.
Tentang jiwa yang putus asa… dihidupkan dengan harapan.
Dan hari ini, mungkin kamu merasa sudah mati.
Mati rasa.
Mati semangat.
Mati harapan.
Tapi ingatlah…
Allah yang menghidupkan tanah yang mati…
Juga bisa menghidupkan hatimu yang sudah mati.
Allah yang membangkitkan orang dari kubur…
Juga bisa membangkitkanmu dari "kubur" keputusasaanmu.
Jadi, jangan menyerah.
Jangan merasa bahwa kamu sudah terlalu rusak untuk diperbaiki.
Jangan merasa bahwa hatimu sudah terlalu mati untuk dihidupkan kembali.
Karena selama kamu masih bernapas…
Selama jantungmu masih berdetak…
Selama kamu masih bisa membaca ini…
Kamu masih punya kesempatan.
Kesempatan untuk kembali pada Allah.
Kesempatan untuk membaca Al-Qur'an.
Kesempatan untuk… hidup kembali.
š» Kamu tidak pernah terlalu mati… untuk dihidupkan kembali oleh Allah.
Dan mulailah hari ini.
Mulai dengan membuka Al-Qur'an.
Mulai dengan membaca Ya Sin.
Mulai dengan merasakan… bahwa Allah masih menyayangimu.
Karena Ya Sin bukan hanya surat tentang kematian dan kebangkitan di akhirat.
Ya Sin juga tentang kebangkitan di dunia.
Kebangkitan dari keterpurukan.
Kebangkitan dari kesedihan.
Kebangkitan dari… rasa mati yang sudah terlalu lama kamu rasakan.
Dan percayalah…
Saat kamu mulai membuka hatimu untuk Allah…
Saat kamu mulai membaca Al-Qur'an dengan hati yang tulus…
Saat kamu mulai berharap pada Allah…
Kamu akan merasakan kehidupan kembali.
Bukan kehidupan yang sempurna.
Tapi kehidupan yang bermakna.
Bukan kehidupan tanpa masalah.
Tapi kehidupan yang punya tujuan.
Bukan kehidupan yang selalu bahagia.
Tapi kehidupan yang… punya Allah.
Karena Ya Sin mengajarkan…
Bahwa Allah adalah Penghidup.
Yang menghidupkan tanah yang mati.
Yang menghidupkan hati yang mati.
Yang menghidupkan… jiwa-jiwa yang sudah lama merasa mati.
Dan selama kamu masih bernapas…
Tidak ada yang terlalu mati… untuk dihidupkan kembali oleh-Nya.
"Hatimu yang sudah mati bukan akhir dari segalanya… karena Allah yang menghidupkan tanah yang mati, juga bisa menghidupkan hatimu kembali."
Komentar
Posting Komentar