š» Kekalahan hari ini… bisa jadi adalah awal kemenanganmu yang tertunda.
Ar-Rum dibuka dengan ramalan.
Ramalan tentang kemenangan.
"Alif Laam Miim. Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat. Dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi)."
(QS. Ar-Rum: 1-4)
Bangsa Romawi kalah.
Kalah telak.
Dihancurkan oleh Persia.
Dan semua orang yakin… mereka tidak akan bangkit lagi.
Tapi Allah bilang:
"Mereka akan menang."
Dalam beberapa tahun.
Dan kaum muslimin mendengar ramalan ini… di saat mereka sendiri sedang lemah.
Di saat mereka sendiri sedang kalah.
Di saat mereka sendiri sedang dihina.
Tapi Allah berikan mereka harapan.
Harapan bahwa kekalahan itu… tidak selamanya.
š» Saat kamu kalah… ingatlah bahwa Allah sedang menulis kemenanganmu.
Dan tahu apa yang terjadi?
Ramalan itu benar-benar terjadi.
Dalam waktu kurang dari sepuluh tahun…
Romawi bangkit.
Romawi menang.
Melawan Persia yang dulunya mengalahkan mereka.
Dan di waktu yang sama…
Kaum muslimin juga menang.
Menang di Perang Badr.
Melawan Quraisy yang jauh lebih kuat.
Dua kemenangan.
Di waktu yang bersamaan.
Dan kaum muslimin paham…
Bahwa ini bukan kebetulan.
Ini adalah tanda.
Tanda bahwa Allah… selalu tepat janji.
Ini adalah pelajaran untuk kita.
Bahwa saat kamu sedang kalah…
Jangan putus asa.
Karena kekalahan itu bukan akhir.
Kekalahan adalah proses.
Kekalahan adalah pembelajaran.
Kekalahan adalah… jalan menuju kemenangan yang lebih besar.
Seperti Romawi yang bangkit setelah hancur.
Seperti kaum muslimin yang menang setelah tertindas.
Kamu juga… akan bangkit.
š» Allah tidak menulis kekalahan sebagai akhir ceritamu… tapi sebagai bab sebelum kemenanganmu.
Lalu Ar-Rum berbicara tentang tanda-tanda kekuasaan Allah.
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."
(QS. Ar-Rum: 21)
Pasangan.
Diciptakan untuk ketenangan.
Diciptakan untuk kasih sayang.
Tapi kenapa kadang… pernikahan terasa seperti medan perang?
Karena kita lupa tujuannya.
Kita menikah untuk bahagia.
Tapi lupa bahwa kebahagiaan itu butuh perjuangan.
Kita menikah untuk tenteram.
Tapi lupa bahwa ketenangan itu butuh kesabaran.
Kita menikah untuk kasih sayang.
Tapi lupa bahwa kasih sayang itu butuh pengorbanan.
Jadi, saat pernikahanmu terasa berat…
Ingatlah tujuan awalnya.
Bukan untuk menang.
Tapi untuk tenteram.
Bukan untuk benar sendiri.
Tapi untuk saling melengkapi.
Bukan untuk bahagia tanpa usaha.
Tapi untuk membangun kebahagiaan… bersama.
š» Pernikahan bukan tentang siapa yang menang… tapi tentang bagaimana kalian berdua menang bersama.
Kemudian Ar-Rum berbicara tentang kehidupan dan kematian.
"Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali)."
(QS. Ar-Rum: 40)
Hidup dan mati.
Semua di tangan Allah.
Kamu tidak bisa menentukan kapan kamu lahir.
Kamu tidak bisa menentukan kapan kamu mati.
Tapi kamu bisa menentukan… bagaimana kamu hidup.
Apakah kamu hidup dengan sia-sia?
Atau kamu hidup dengan bermakna?
Apakah kamu hidup hanya untuk dirimu sendiri?
Atau kamu hidup untuk memberi manfaat?
Karena hidup ini singkat.
Terlalu singkat untuk diisi dengan hal-hal yang tidak penting.
Terlalu berharga untuk dihabiskan dengan menyesal.
Jadi, hiduplah dengan penuh makna.
Dengan berbuat baik.
Dengan memberi manfaat.
Dengan meninggalkan jejak… yang akan dikenang bahkan setelah kamu tiada.
š» Hidup bukan tentang seberapa lama… tapi seberapa bermakna.
Lalu Ar-Rum menutup dengan perintah.
"Maka bersabarlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran) itu menggelisahkanmu."
(QS. Ar-Rum: 60)
Bersabarlah.
Karena janji Allah itu benar.
Meski kamu tidak melihat hasilnya sekarang.
Meski kamu tidak merasakan perubahan hari ini.
Meski semua orang bilang kamu tidak akan berhasil.
Tetaplah sabar.
Karena Allah tidak pernah ingkar janji.
Allah janjikan kemenangan untuk Romawi… dan terwujud.
Allah janjikan kemenangan untuk kaum muslimin… dan terwujud.
Dan Allah janjikan kemenangan untukmu… dan pasti akan terwujud.
Asalkan… kamu sabar.
š» Sabar bukan pasrah… tapi yakin bahwa Allah sedang mengatur segalanya dengan sempurna.
Sahabat…
Ar-Rum mengajarkan kita tentang kemenangan.
Kemenangan yang datang setelah kekalahan.
Kemenangan yang datang setelah kesabaran.
Kemenangan yang datang… karena janji Allah.
Dan hari ini, mungkin kamu merasa kalah.
Kalah dalam pekerjaan.
Kalah dalam hubungan.
Kalah dalam perjuangan hidupmu.
Tapi ingatlah Romawi.
Mereka juga pernah kalah total.
Tidak ada yang percaya mereka bisa bangkit.
Tapi Allah sudah tulis kemenangan mereka.
Dan mereka bangkit.
Begitu juga denganmu.
Kamu mungkin sedang kalah sekarang.
Tapi Allah sudah tulis kemenanganmu.
Kemenangan yang mungkin tidak kamu lihat hari ini.
Tapi pasti akan kamu rasakan… di waktu yang Allah tentukan.
Jadi, jangan menyerah.
Jangan putus asa saat semua orang bilang kamu tidak akan berhasil.
Jangan berhenti saat semua pintu terlihat tertutup.
Karena Allah bisa buka pintu… dari arah yang tidak pernah kamu duga.
Dan saat waktunya tiba…
Saat kemenanganmu akhirnya datang…
Kamu akan paham.
Kenapa kamu harus kalah dulu.
Kenapa kamu harus melalui proses yang menyakitkan.
Kenapa kamu harus sabar menunggu.
Karena kemenangan yang datang setelah perjuangan panjang…
Lebih manis dari kemenangan yang datang dengan mudah.
Karena kemenangan yang datang dari Allah…
Tidak hanya membawa hasil, tapi juga hikmah.
Jadi, bersabarlah.
Sabarlah dalam ujian.
Sabarlah dalam penantian.
Sabarlah dalam kekalahan.
Karena Ar-Rum mengajarkan…
Bahwa setelah kekalahan… pasti ada kemenangan.
Setelah kesulitan… pasti ada kemudahan.
Setelah air mata… pasti ada senyuman.
Dan setelah malam yang panjang…
Pasti ada fajar yang menyingsing.
Fajar kemenanganmu.
Yang sudah Allah tulis… sejak lama.
"Kemenangan sejati bukan tentang tidak pernah kalah… tapi tentang bangkit setelah kalah, karena kamu percaya pada janji Allah."
Komentar
Posting Komentar