š» Jalan pulang selalu ada… meski kamu merasa sudah terlalu jauh menyimpang.
Al-Qasas menceritakan kisah Musa.
Sejak bayi.
Lahir di masa Firaun berkuasa.
Di masa bayi laki-laki Bani Israil dibunuh.
Ibunya takut.
Lalu Allah ilhamkan:
"Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, 'Susuilah dia, dan apabila engkau khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, karena Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.'"
(QS. Al-Qasas: 7)
Jatuhkan ke sungai.
Perintah yang sangat berat.
Tapi Allah janjikan:
"Kami akan mengembalikannya kepadamu."
Dan Allah tepati janji-Nya.
Musa ditemukan oleh istri Firaun.
Dibesarkan di istana.
Dan akhirnya… kembali pada ibunya sebagai penyusunya.
š» Kadang Allah jauhkan kamu dari yang kamu sayang… bukan untuk meninggalkanmu, tapi untuk mengembalikanmu dengan cara yang lebih indah.
Lalu Musa tumbuh dewasa.
Suatu hari, dia tidak sengaja membunuh orang.
Dia takut.
Dia merasa bersalah.
Dia lari dari Mesir.
Ke Madyan.
Tempat yang asing.
Tempat yang jauh dari rumah.
Dan di sana… dia merasa sendirian.
"Dan ketika dia tiba di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan yang sedang menghambat (ternaknya). Dia berkata, 'Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?' Kedua (perempuan) itu menjawab, 'Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami) sebelum para penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedangkan ayah kami adalah orang yang sudah tua.'"
(QS. Al-Qasas: 23)
Musa melihat dua perempuan yang kesulitan.
Dan meski dia sendiri sedang dalam pelarian…
Meski dia sendiri sedang lelah dan lapar…
Dia membantu.
Karena kepedulian… tidak mengenal keadaan.
Ini adalah pelajaran.
Bahwa meski kamu sedang dalam masalah…
Jangan berhenti berbuat baik.
Meski kamu sedang terluka…
Jangan berhenti menolong.
Meski kamu sedang tersesat…
Jangan berhenti menjadi manusia yang baik.
Karena kebaikan… adalah jalan pulang.
Jalan pulang pada Allah.
š» Kebaikan adalah jalan pulangmu… bahkan saat kamu merasa tersesat.
Lalu salah satu perempuan itu datang memanggil Musa.
Ayahnya ingin bertemu.
Dan ayahnya menawarkan… Musa bekerja padanya selama delapan tahun, sebagai mahar untuk menikahi putrinya.
Musa setuju.
Dan di sanalah… dia menemukan ketenangan.
Dia yang tadinya pelarian…
Menjadi suami.
Menjadi pekerja.
Menemukan rumah baru.
Allah berikan kedamaian… di tempat yang paling tidak dia duga.
Ini adalah pengingat.
Bahwa kadang, kamu harus pergi jauh…
Untuk menemukan dirimu yang sebenarnya.
Kadang, kamu harus kehilangan segalanya…
Untuk mendapatkan yang lebih baik.
Kadang, kamu harus tersesat…
Untuk menemukan jalan yang benar.
Karena Allah tidak pernah meninggalkanmu.
Meski kamu jauh.
Meski kamu pelarian.
Meski kamu merasa… tidak layak.
Allah tetap menyiapkan tempat untukmu.
š» Allah tidak pernah meninggalkanmu… bahkan di tempat yang paling asing sekalipun.
Setelah delapan tahun…
Musa memutuskan untuk pulang ke Mesir.
Membawa keluarganya.
Dan di tengah perjalanan… di malam yang gelap dan dingin…
Dia melihat api.
"Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnya api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya, 'Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan.'"
(QS. Al-Qasas: 29)
Musa mendekati api itu.
Dan di sanalah… Allah memanggilnya.
"Maka ketika dia datang ke (tempat) api itu, dia dipanggil dari (arah) pinggir lembah yang diberkahi, dari pohon kayu, yaitu: 'Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam.'"
(QS. Al-Qasas: 30)
Allah memanggil.
Bukan di istana.
Bukan di masjid.
Tapi di tengah padang pasir yang gelap dan dingin.
Ini adalah keindahan.
Bahwa Allah memanggil… di saat kamu paling membutuhkan.
Di saat kamu tersesat.
Di saat kamu gelap.
Di saat kamu tidak tahu harus kemana.
Allah datang.
Dengan cara-Nya.
Di waktu-Nya.
Di tempat yang paling tidak kamu duga.
š» Allah memanggilmu… justru di saat kamu paling tersesat.
Lalu Allah memberikan tugas pada Musa.
Kembali ke Mesir.
Menghadapi Firaun.
Membebaskan Bani Israil.
Musa takut.
Dia punya masa lalu.
Dia pernah membunuh.
Dia pelarian.
Tapi Allah berikan kekuatan.
"(Allah) berfirman, 'Jangan takut, sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang aman.'"
(QS. Al-Qasas: 31)
Engkau termasuk orang yang aman.
Meski kamu punya masa lalu.
Meski kamu pernah salah.
Meski kamu pernah lari.
Allah menerimamu.
Allah memaafkanmu.
Dan Allah… memberikanmu tugas baru.
Ini adalah janji Allah.
Bahwa masa lalumu tidak menentukan masa depanmu.
Kesalahanmu yang lalu… tidak menghalangimu untuk berubah hari ini.
Pelarian kemarin… tidak menutup pintu kembali untuk besok.
Karena Allah Maha Pengampun.
Dan Allah selalu membuka pintu… bagi siapa saja yang ingin kembali.
š» Masa lalumu bukan penjaramu… tapi pelajaran yang membawamu pulang.
Sahabat…
Al-Qasas mengajarkan kita tentang perjalanan pulang.
Perjalanan yang panjang.
Perjalanan yang kadang menyakitkan.
Perjalanan yang penuh dengan lika-liku.
Tapi di ujung perjalanan itu… ada rumah.
Rumah yang bernama ridha Allah.
Dan jalan pulang itu… selalu ada.
Meski kamu merasa sudah terlalu jauh.
Meski kamu merasa sudah terlalu banyak salah.
Meski kamu merasa… tidak layak lagi untuk kembali.
Pintu itu… masih terbuka.
Jadi, jangan pernah merasa terlalu jauh.
Jangan pernah merasa terlalu rusak untuk diperbaiki.
Jangan pernah merasa terlalu berdosa untuk diampuni.
Karena Allah menunggu.
Menunggu kamu kembali.
Dengan tangan terbuka.
Dengan hati yang penuh kasih sayang.
Seperti Musa yang dipanggil di tengah padang pasir…
Kamu juga akan dipanggil.
Di tempat yang paling tidak kamu duga.
Di waktu yang paling tepat.
Di saat kamu paling membutuhkan.
Dan saat kamu mendengar panggilan itu…
Jangan ragu.
Kembalilah.
Kembali pada Allah.
Kembali pada dirimu yang sebenarnya.
Kembali pada jalan yang benar.
Karena Al-Qasas mengajarkan…
Bahwa tidak ada yang terlalu jauh… untuk pulang.
Tidak ada yang terlalu rusak… untuk diperbaiki.
Tidak ada yang terlalu gelap… untuk diterangi.
Selama kamu mau kembali…
Allah akan terima.
Dengan penuh kasih sayang.
Seperti Dia menerima Musa.
Seperti Dia akan menerima… kamu.
"Jalan pulang selalu ada… meski kamu merasa sudah terlalu jauh, Allah selalu menunggumu dengan pintu yang terbuka."
Komentar
Posting Komentar