BAB 3.2. HENING DI TENGAH HIRUK-PIKUK KOTA

"Ketenangan sejati bukan ditemukan dengan melarikan diri dari dunia, melainkan dengan menemukan titik sunyi di tengah kebisingan—karena surga dan neraka sama-sama ada dalam kepala, bukan di tempat."

Cover Buku

Ketika Napas Menjadi Kemewahan

Seorang manajer pemasaran di Jakarta Selatan, sebut saja Rini, duduk di meja kerjanya yang dipenuhi tiga layar monitor. Tangannya mengetik laporan, matanya melirik email, telinganya mendengar teleconference, dan pikirannya sudah melompat ke rapat berikutnya. Jam menunjukkan pukul 14.27 siang, tetapi Rini baru sadar ia belum makan siang—atau lebih tepatnya, ia lupa bahwa tubuhnya butuh makan. Lebih mengejutkan lagi, ketika ditanya "Kapan terakhir kali kamu benar-benar sadar sedang bernapas?", ia terdiam lama.

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter buku ini (30 Bab). Untuk mendapatkan token, silakan traktir kopi (Rp 35.000) dan sebutkan judul bukunya.

Klik WhatsApp (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter Buku Kaya Raga, Kaya Jiwa