KATA PENGANTAR
Di
tengah riuh rendah kehidupan modern yang serba cepat, kita sering kali terjebak
dalam paradoks yang ironis: semakin banyak yang kita miliki, semakin hampa yang
kita rasakan. Rekening bank terus bertambah, tetapi kebahagiaan justru menjauh.
Jabatan meningkat, namun kesehatan menurun. Koneksi digital melimpah, sementara
keintiman jiwa menipis. Inilah dilema peradaban kontemporer yang menuntut kita
untuk berhenti sejenak dan bertanya: apa sesungguhnya makna sejahtera?
Buku "KAYA
RAGA, KAYA JIWA: Membangun Kesejahteraan Holistik di Era Tanpa Batas"
hadir bukan sekadar sebagai bacaan motivasional yang menghibur, melainkan
sebagai kompas navigasi untuk menemukan kembali esensi kehidupan yang bermakna.
Karya ini lahir dari kegelisahan mendalam terhadap fenomena burnout (kelelahan
kronis) yang melanda generasi produktif, krisis kesehatan mental yang mengintai
kaum muda, dan ketimpangan yang semakin melebar antara kemakmuran material
dengan kedamaian batin.
Penulis,
dengan kepekaan dan riset mendalam, mengajak kita menelusuri perjalanan
transformatif melalui lima pilar utama kesejahteraan: fondasi kemakmuran
holistik, strategi keuangan yang memberdayakan, kesehatan mental-spiritual,
relasi dan kontribusi sosial, hingga integrasi berkelanjutan. Setiap bab
dirancang bukan untuk menggurui, melainkan merangkul pembaca dalam dialog
reflektif yang menyentuh akal dan hati.
Yang
membuat buku ini istimewa adalah pendekatannya yang mengintegrasikan
kebijaksanaan timur dengan pragmatisme barat, filosofi tradisional dengan sains
kontemporer, spiritualitas dengan ekonomi. Tidak ada dikotomi antara materi dan
makna, antara kesuksesan duniawi dan ketenangan jiwa. Keduanya adalah dua sisi
mata uang yang saling melengkapi dalam kehidupan yang utuh.
Di era
disrupsi digital yang menghapus batas-batas tradisional, buku ini menawarkan
peta jalan yang relevan. Dari bagaimana membangun multiple income streams
(aliran pendapatan berganda) di ekonomi digital, hingga praktik mindfulness
(kesadaran penuh) untuk profesional sibuk. Dari seni community commerce
(perdagangan komunitas) yang menyehatkan ekosistem, hingga ritual harian
sederhana yang berdampak transformatif. Semua dipaparkan dengan bahasa yang
lugas, data yang kredibel, dan kisah-kisah yang menyentuh.
Kami,
sebagai penerbit, merasa terhormat dapat menghadirkan karya ini kepada pembaca
Indonesia. Di tengah tsunami informasi yang sering kali superfisial dan
fragmentatif, buku ini menawarkan kedalaman dan keutuhan yang langka. Ia bukan
buku yang Anda baca sekali lalu lupakan, melainkan panduan hidup yang akan Anda
rujuk berulang kali dalam berbagai fase kehidupan.
Untuk Anda
yang merasa terjebak dalam treadmill kehidupan yang melelahkan, buku ini adalah
undangan untuk melangkah keluar dan menemukan ritme yang lebih sehat. Untuk
Anda yang telah mencapai puncak karier namun merasa ada yang hilang,
halaman-halaman ini menawarkan peta untuk menemukan kembali jiwa yang
terabaikan. Untuk Anda yang baru memulai perjalanan, karya ini adalah bekal
berharga agar tidak tersesat di belantara ambisi yang menyesatkan.
Kesejahteraan
holistik bukanlah kemewahan yang hanya bisa dinikmati segelintir orang. Ia
adalah hak setiap manusia, dan lebih penting lagi, ia adalah pilihan yang bisa
kita ambil hari ini. Buku ini membuktikan bahwa kita bisa kaya raga tanpa
mengorbankan jiwa, kaya jiwa tanpa mengabaikan raga, dan kaya keduanya sambil
berkontribusi bagi sesama.
Selamat
membaca. Semoga perjalanan Anda menelusuri halaman-halaman ini menjadi awal
dari transformasi yang membawa Anda pada kehidupan yang tidak hanya sukses,
tetapi juga bermakna, tidak hanya produktif, tetapi juga penuh kedamaian, tidak
hanya kaya harta, tetapi juga kaya hati.
Selamat
bermetamorfosis.
Penerbit
P.S.: Saya akan sangat senang mendengar pengalaman dan refleksi Anda setelah membaca buku ini. Jangan ragu untuk berbagi melalui media sosial atau email. Perjalanan menuju kesejahteraan holistik adalah perjalanan bersama, dan kita saling membutuhkan untuk tumbuh.
Komentar
Posting Komentar