š» Malam yang membuatmu terjaga bukan untuk menyiksamu… tapi agar kamu menemukan Allah di kesunyian.
As-Sajdah dibuka dengan pengingat tentang Al-Qur'an.
"Alif Laam Miim. Diturunkannya Kitab (Al-Qur'an) yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Tuhan seluruh alam."
(QS. As-Sajdah: 1-2)
Al-Qur'an yang tidak ada keraguan.
Tapi kenapa kadang kita masih ragu?
Ragu apakah Allah mendengar doa kita.
Ragu apakah Allah masih sayang pada kita.
Ragu apakah kita masih layak untuk kembali pada-Nya.
Dan keraguan itu… membuat kita jauh.
Jauh dari Al-Qur'an.
Jauh dari sholat.
Jauh dari Allah.
Padahal Al-Qur'an turun… untuk menghapus keraguan itu.
Untuk mengingatkan kamu…
Bahwa Allah selalu ada.
Bahwa Allah selalu mendengar.
Bahwa Allah… tidak pernah meninggalkanmu.
š» Keraguan membuatmu jauh… keyakinan membuatmu pulang.
Lalu As-Sajdah berbicara tentang penciptaan.
"Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada pelindung dan pemberi syafaat bagimu selain Dia. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?"
(QS. As-Sajdah: 4)
Allah ciptakan langit dan bumi.
Dalam enam masa.
Padahal Allah bisa menciptakan semuanya dalam sekejap.
Tapi Allah ciptakan secara bertahap.
Kenapa?
Untuk mengajarkan kita tentang proses.
Bahwa tidak ada yang instan.
Bahwa semua butuh waktu.
Bahwa kesabaran… adalah bagian dari takdir.
Jadi, saat kamu merasa bahwa prosesmu terlalu lama…
Ingatlah.
Bahwa Allah menciptakan langit dan bumi pun… butuh waktu.
Bukan karena Allah tidak mampu.
Tapi karena ada hikmah di balik proses itu.
š» Prosesmu yang lama bukan karena Allah lupa… tapi karena Allah sedang menyempurnakannya.
Kemudian As-Sajdah berbicara tentang orang-orang yang beriman.
"Hanya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, apabila mereka diberi peringatan dengannya, mereka menyungkur sujud dan bertasbih memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri."
(QS. As-Sajdah: 15)
Mereka sujud.
Saat mendengar ayat Allah.
Saat diingatkan.
Mereka langsung sujud.
Karena sujud adalah posisi paling rendah hati.
Posisi di mana kamu mengakui kelemahan.
Posisi di mana kamu menyerahkan segalanya.
Posisi di mana kamu… pulang.
Pulang pada Allah.
Dan tahukah kamu?
Sujud adalah posisi terdekat dengan Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya ketika dia sedang sujud."
(HR. Muslim)
Paling dekat.
Bukan saat kamu berdiri.
Bukan saat kamu kaya.
Bukan saat kamu terkenal.
Tapi saat kamu sujud.
Saat kamu rendah.
Saat kamu lemah.
Saat kamu… tidak punya apa-apa lagi kecuali Allah.
š» Saat kamu sujud… kamu tidak sedang merendahkan diri, tapi sedang mengangkat martabatmu di hadapan Allah.
Lalu As-Sajdah berbicara tentang orang-orang yang bangun di malam hari.
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."
(QS. As-Sajdah: 16)
Lambung mereka jauh dari tempat tidur.
Mereka bangun.
Di tengah malam yang sunyi.
Di saat semua orang tidur.
Di saat tidak ada yang melihat.
Mereka bangun… untuk bersujud pada Allah.
Bukan untuk dilihat orang.
Bukan untuk dipuji.
Tapi karena mereka tahu… bahwa malam adalah waktu terbaik untuk berbicara dengan Allah.
Dan kamu tahu apa yang Allah janjikan untuk mereka?
"Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan."
(QS. As-Sajdah: 17)
Tidak ada yang tahu.
Pahala yang Allah siapkan untuk orang-orang yang bangun di malam hari…
Tidak bisa dibayangkan.
Tidak bisa diukur dengan harta.
Tidak bisa dinilai dengan jabatan.
Karena itu adalah hadiah Allah… untuk mereka yang mencari-Nya di kegelapan malam.
š» Malam yang membuatmu terjaga… adalah undangan Allah untuk berbicara dengan-Nya tanpa gangguan.
Sahabat…
As-Sajdah mengajarkan kita tentang sujud.
Tentang merendahkan diri di hadapan Allah.
Tentang bangun di malam hari saat semua orang tidur.
Tentang berbicara dengan Allah… di saat paling sunyi.
Dan hari ini, mungkin kamu merasa lelah.
Lelah dengan pekerjaan.
Lelah dengan masalah.
Lelah dengan orang-orang di sekitarmu.
Dan kamu tidak tahu… harus bercerita pada siapa.
Sahabat…
Sujudlah.
Bangun di tengah malam.
Saat semua orang tidur.
Saat tidak ada yang tahu.
Saat tidak ada yang menilai.
Sujudlah.
Dan ceritakan semuanya pada Allah.
Ceritakan semua lelahmu.
Ceritakan semua sakitmu.
Ceritakan semua yang tidak bisa kamu ceritakan pada siapapun.
Karena Allah mendengar.
Allah tahu.
Allah paham.
Dan Allah… tidak akan pernah menghakimimu.
š» Sujudmu di tengah malam… lebih didengar Allah daripada teriakan siangmu yang penuh kesibukan.
Dan saat kamu sujud…
Jangan terburu-buru.
Diamlah sejenak di sana.
Rasakan bagaimana dahinmu menyentuh tanah.
Rasakan bagaimana hatimu tenang.
Rasakan bagaimana… semua beban terasa lebih ringan.
Karena di situlah kamu paling dekat dengan Allah.
Di situlah Allah mendengar setiap bisikanmu.
Di situlah Allah melihat setiap air matamu.
Di situlah Allah… memelukmu dengan kasih sayang-Nya.
Dan percayalah…
Setelah kamu sujud…
Kamu akan bangun dengan hati yang lebih ringan.
Bukan karena masalahmu hilang.
Tapi karena kamu tahu… bahwa Allah bersamamu.
Bukan karena jalanmu jadi mudah.
Tapi karena kamu yakin… bahwa Allah akan menguatkanmu.
Bukan karena kamu sudah sempurna.
Tapi karena kamu sadar… bahwa Allah menerima kamu apa adanya.
Jadi, jangan takut untuk sujud.
Jangan malu untuk menangis di hadapan Allah.
Jangan merasa tidak layak untuk meminta pada-Nya.
Karena Allah mencintai hamba-Nya yang sujud.
Yang merendahkan diri.
Yang mengakui kelemahan.
Yang… kembali pada-Nya di tengah malam yang sunyi.
Karena As-Sajdah mengajarkan…
Bahwa saat semua orang tidur… dan kamu bangun untuk sujud…
Kamu sedang menulis takdirmu sendiri.
Kamu sedang meminta langsung pada Pemilik takdir.
Kamu sedang berbicara tanpa perantara.
Kamu sedang… pulang.
Pulang pada Allah.
Dan di situlah… kamu menemukan kedamaian yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain.
"Sujudmu di tengah malam yang sunyi… adalah doa paling indah yang pernah Allah dengar dari hambanya yang lelah."
Komentar
Posting Komentar