BAB 4.3. JEJAK ABADI DI TANAH FANA

"Kehidupan sejati tidak diukur dari berapa lama kita bernapas, melainkan dari berapa banyak jiwa yang terinspirasi oleh jejak yang kita tinggalkan—karena warisan terbesar bukanlah harta yang kita wariskan, tetapi nilai-nilai yang kita tanamkan."

Cover Buku

Ketika Nama Lebih Abadi dari Jasad

Suatu sore di sebuah pemakaman tua di Kota Bogor, saya berdiri di hadapan sebuah nisan bertuliskan nama yang sudah pudar. Tidak ada yang tahu siapa yang terbaring di sana. Tidak ada yang mengingat. Di sebelahnya, makam sederhana seorang guru kampung yang wafat 30 tahun lalu masih dipenuhi bunga segar. Murid-muridnya, yang kini telah menjadi dokter, pengusaha, dan pendidik, masih setia berziarah. "Beliaulah yang mengubah hidup saya," ujar salah seorang yang hadir, matanya berkaca-kaca. Dua makam. Dua cerita. Satu pertanyaan menohok: jejak apa yang akan kita tinggalkan?

šŸ”’ Konten Terkunci

Masukkan token untuk membaca semua chapter buku ini (30 Bab). Untuk mendapatkan token, silakan traktir kopi (Rp 35.000) dan sebutkan judul bukunya.

Klik WhatsApp (082320905530)

šŸ“š Daftar Chapter Buku Kaya Raga, Kaya Jiwa