š» Al-Furqan bukan sekadar kitab… tapi pembeda antara jalan yang menyelamatkanmu dan jalan yang menghancurkanmu.
Al-Furqan artinya pembeda.
Nama lain dari Al-Qur'an.
Karena Al-Qur'an turun untuk membedakan.
Membedakan yang haq dari yang batil.
Membedakan yang benar dari yang salah.
Membedakan yang membawa manfaat dari yang hanya terlihat indah.
"Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (pembeda antara yang benar dan yang salah) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam."
(QS. Al-Furqan: 1)
Al-Qur'an adalah furqan.
Pedoman.
Petunjuk.
Pembeda.
Agar kamu tidak tersesat.
Agar kamu tidak salah pilih.
Agar kamu tidak menyesal… di saat sudah terlambat.
Lalu Allah menceritakan tentang orang-orang yang merugi.
Orang-orang yang tidak bisa membedakan.
"Dan orang-orang kafir berkata, '(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang dia (Muhammad) ada-adakan.'"
(QS. Al-Furqan: 4)
Mereka menolak.
Bukan karena Al-Qur'an salah.
Tapi karena hati mereka tertutup.
Mereka tidak mau membedakan.
Mereka tidak mau tahu mana yang benar.
Karena kebenaran… kadang menyakitkan.
Kebenaran memaksa kamu untuk berubah.
Kebenaran memaksa kamu untuk meninggalkan zona nyaman.
Kebenaran memaksa kamu untuk mengakui… bahwa selama ini kamu salah.
Dan itu berat.
š» Kadang kamu menolak kebenaran… bukan karena tidak tahu, tapi karena tidak siap berubah.
Kemudian Allah berbicara tentang sifat hamba-hamba-Nya yang Maha Penyayang.
Ibadurrahman.
Hamba-hamba yang Allah sayangi.
Dan sifat pertama mereka adalah:
"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati."
(QS. Al-Furqan: 63)
Rendah hati.
Tidak sombong.
Tidak merasa paling benar.
Tidak merendahkan orang lain.
Karena sombong… menutup mata hatimu.
Saat kamu sombong…
Kamu tidak bisa melihat kesalahanmu.
Saat kamu sombong…
Kamu tidak bisa menerima nasihat.
Saat kamu sombong…
Kamu tidak bisa membedakan yang benar… karena kamu pikir kamu sudah paling benar.
Lalu sifat kedua:
"Dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, 'Salam' (damai)."
(QS. Al-Furqan: 63)
Mereka tidak balas dendam.
Tidak balas kata kasar dengan kata kasar.
Tidak balas hinaan dengan hinaan.
Mereka memilih damai.
Karena mereka tahu…
Bahwa membalas kejahatan dengan kejahatan… tidak akan menyelesaikan apa-apa.
Karena mereka bisa membedakan…
Antara membela diri dan menjaga kehormatan… dengan turun ke level orang yang menyakiti mereka.
š» Kamu tidak perlu membalas setiap hinaan… kadang diam dengan penuh martabat adalah kemenangan terbesar.
Lalu sifat ketiga:
"Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang yang tuli dan buta."
(QS. Al-Furqan: 73)
Mereka mendengar.
Tidak menutup telinga.
Tidak menutup mata.
Tidak menutup hati.
Mereka mau mendengarkan kebenaran.
Mereka mau melihat kesalahan mereka.
Mereka mau… berubah.
Karena mereka tahu…
Bahwa kebenaran adalah hadiah.
Bukan hukuman.
Kemudian sifat keempat:
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, tetapi (mereka membelanjakan) di tengah-tengah antara keduanya (secara wajar)."
(QS. Al-Furqan: 67)
Mereka seimbang.
Tidak boros.
Tidak kikir.
Mereka bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Mereka bisa membedakan antara memberi dan disia-siakan.
Karena mereka punya furqan.
Kemampuan untuk membedakan.
š» Keseimbangan adalah tanda kamu punya furqan… kamu tahu kapan harus memberi dan kapan harus menjaga.
Lalu Allah mengingatkan tentang dosa besar.
"Dan (juga) orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain bersama Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina."
(QS. Al-Furqan: 68)
Tiga dosa besar:
Syirik.
Membunuh.
Zina.
Tapi tahukah kamu?
Ketiga dosa ini… dimulai dari ketidakmampuan membedakan.
Syirik… karena tidak bisa membedakan antara Pencipta dan ciptaan.
Membunuh… karena tidak bisa membedakan antara amarah dan keadilan.
Zina… karena tidak bisa membedakan antara cinta dan nafsu.
Jadi, furqan itu penting.
Sangat penting.
Karena tanpa furqan…
Kamu bisa jatuh ke dalam dosa yang kamu sendiri tidak sadari.
Kemudian Allah berbicara tentang taubat.
"Kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan berbuat kebajikan; maka mereka itu, Allah akan mengubah kesalahan-kesalahan mereka menjadi kebaikan."
(QS. Al-Furqan: 70)
Allah ubah kesalahan… jadi kebaikan.
Ini adalah janji Allah.
Bahwa dosamu yang sudah kamu akui dan kamu tinggalkan…
Akan diubah jadi pahala.
Karena Allah Maha Pengampun.
Allah tahu… kamu manusia yang bisa salah.
Tapi Allah juga tahu… kamu bisa kembali.
Dan saat kamu kembali…
Allah sambut dengan tangan terbuka.
š» Taubat bukan tanda kelemahanmu… tapi tanda kamu punya furqan untuk membedakan jalan yang salah dari jalan yang benar.
Sahabat…
Al-Furqan mengajarkan kita tentang kemampuan membedakan.
Membedakan yang benar dari yang salah.
Membedakan yang baik dari yang hanya terlihat baik.
Membedakan yang menyelamatkan dari yang menghancurkan.
Dan kemampuan itu… bukan datang dengan sendirinya.
Kemampuan itu datang dari:
Membaca Al-Qur'an.
Merenungkan ayat-ayatnya.
Mengamalkan perintahnya.
Karena Al-Qur'an adalah furqan.
Pembeda.
Yang membantumu melihat dengan jelas…
Mana jalan yang akan membawamu pada kebahagiaan sejati.
Dan mana jalan yang hanya akan menyakitimu di akhir.
Jadi, saat kamu merasa bingung…
Kembalilah pada Al-Qur'an.
Saat kamu tidak tahu harus pilih yang mana…
Baca Al-Qur'an.
Saat kamu merasa tersesat…
Al-Qur'an adalah petamu.
Karena di dalam Al-Qur'an…
Ada jawaban untuk semua kebingunganmu.
Ada petunjuk untuk semua jalan yang kamu ragukan.
Ada cahaya… untuk semua kegelapan yang kamu rasakan.
Dan percayalah…
Saat kamu kembali pada Al-Qur'an…
Allah akan berikan furqan.
Kemampuan untuk membedakan.
Kemampuan untuk melihat… mana yang benar.
Kemampuan untuk memilih… jalan yang menyelamatkan.
Dan kemampuan itu…
Akan menjadi penolongmu di dunia dan akhirat.
Karena Al-Furqan bukan hanya kitab.
Tapi pembeda antara kamu yang selamat…
Dan kamu yang tersesat.
"Furqan bukan tentang selalu benar… tapi tentang selalu mau kembali saat kamu sadar bahwa kamu salah."
Komentar
Posting Komentar